Tips Menyajikan Makanan Keluarga demi Menjaga Kesehtan

Sebagai manusia, setiap hari pasti membutuhkan makanan, tak terkecuali sebuah keluarga. Dalam menyajikan makanan keluarga, sebaiknya makanan yang disajikan sudah terjamin kebersihan dan kesehatannya. Hal ini dikarenakan yang akan mengonsumsi makanan tersebut adalah anggota keluarga, dimana jika makanan tersebut tidak sehat, maka seluruh anggota keluarga akan terkena penyakit yang serupa. Berdasarkan artikel yang terdapat di dalam link ini, ada banyak instansi yang dapat menjamin keselamatan keluarga. Namun, tidak ada salahnya jika anda turut menyehatkan diri sendiri dan juga anggota keluarga anda.

Menyajikan makanan keluarga sebaiknya dilakukan oleh anggota keluarga itu sendiri, selain dapat menjaga kualitas masakannya, bahan-bahan yang digunakan dapat diketahui dan bisa melakukan penghematan keluarga. Simak tiga tips dibawah ini untuk menyajikan makanan keluarga demi menjaga kesehatan.

1. Perhatikan Bahan Makanan

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bahan-bahan makanan yang digunakan dan akan diolah menjadi santapan untuk keluarga. Contoh yang perlu diperhatikan adalah penggunaan minyak yang sebaiknya memiliki gizi lebih atau yang terbebas dari kolesterol, selain itu pilih juga makanan yang belum diolah seperti daging ayam, sapi, sayur mayur. Hal ini dikarenakan, makanan olahan seperti sosis, bakso, dan makanan kaleng sudah dicampur oleh berbagai bahan seperti zat pengawet, zat pewarna atau zat lainnya yang tidak anda ketahui.

2. Sajikan Makanan Segar

Poin berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kesegaran dari makanan tersebut. Selain memilih bahan makanan yang masih segar, penyajian makanan juga harus teta segar. Artinya adalah, makanan yang disajikan adalah maknaan yang baru saja dimasak di hari yang sama. Bahkan, untuk maknaan yang digoreng, sebaiknya tidak disajikan kembali dalam waktu diatas tiga jam, hal ini karena kesegaran makanan sudah berkurang, dan makanan sudah teroksidasi oleh udara.

3. Seimbangkan Nutrisi

Hal terakhir yang perlu anda lakukan adalah menyeimbangkan nutrisi yang akan dikonsumsi dengan cara memberikan variasi makanan yang memiliki gizi berbeda-beda. Istilah empat sehat lima sempurna bisa anda terapkan di dalam menu makanan keluarga dalam satu hari. Artinya tidak perlu setiap makan pagi, siang, atau malam disajikan dalam menu empat sehat lima sempurna. Namun, paling tidak dalam satu hari tersebut, anggota keluarga sudah mengonsumsi makanan empat sehat lima semputna.

Itulah tiga tips menyajikan makanan untuk keluarga untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Kesehatan bisa dijaga mulai dari apa yang dikonsumsi oeh setiap anggota keluarga.

Tips Orang Tua untuk Menjaga Kesehatan Anak

Kesehatan merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya. Bayangkan jika salah seorang anggota keluarga mengalami jatuh sakit. Selain harus membawanya ke dokter dan mendapatkan obat, anggota keluarga lainnya juga akan turut prihatin dan bisa menjadi beban pikiran bagi anggota keluarga lainnya. Apalagi jiga yang jatuh sakit adalah anak anda sendiri. Pada umumnya, imun (system kekebalan tubuh) seorang anak belum tumbuh sebaik imun orang dewasa. Anda memerlukan tenaga ekstra untuk merawat anak anda demi kesembuhannya dari siang hingga malam.

Selain menggunakan asuransi Indonesia untuk menjamin kesehatan anak anda, hal lain yang perlu anda lakukan adalah dengan mencegah anak tersebut jatuh sakit. Ada banyak cara-cara untuk mencegah anak jatuh sakit. Dengan menjaga kesehatan anak, atau melakukan pencegahan, mudah-mudahan anak anda akan terhindar dari berbagai penyakit. Simak tiga tips di bawah ini untuk menjaga kesehatan anak anda.

1. Berikan Asupan Gizi yang Baik

Hal pertama yaitu berasal dari apa yang dimakan oleh anak. Segala makanan yang dkonsumsi sang anak akan mempengaruhi system kekebalan tubuhnya. Untuk mendapatkan system kekebalan tubuh anak yang baik, anak perlu diberikan asupan gizi dan vitamin yang bervariasi. Untuk mendapatkan berbagai macam vitamin, anda bisa menyiapkan makanan ringan kepada anak berupa buah-buahan. Selain memiliki serat yang baik, buah sangat baik dikonsumsi dengan cara dimakan. Buah buahan seperti manga, apel, melon, papaya, strawberry, jambu biji, buah naga memiliki vitamin yang baik untuk menjaga kesehatan anak.

2. Kontrol Porsi dan Jenis Makanan

Poin kedua yang tidak kalah penting adalah dengan melakukan pengontrolan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh anak. Jangan biarkan anak terbuai oleh makanan ringan yang memiliki bumbu penyedap kimiawi dan makanan berbungkus yang memiliki zat pengawet. Hal ini memiliki dampak buruk jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendeknya adalah, anak akan mudah terserang penyakit batuk, pilek dan randang. Sedangkan dampak jangka panjangnya adalah, anak bisa memiliki daya ingat yang buruk, penurunan IQ, dan berpengaruh terhadap gen anak tersebut.

3. Berikan Pendidikan Olahraga sejak Dini

Tips terakhir adalah dengan menjaga keadaan fisik anak agar tetap fit dengan cara berolahraga. Olahraga yang diajarkan tidak perlu yang berat dan complex. Olahraga seperti jogging, lempar tangkap, berenang, skipping, dan bulu tangkis bisa menjadi olahraga yang menyehatkan dan menyenangkan bagi anak. Hal yang penting adalah, menjaga anak agar tidak malas untuk mengeluarkan keringat.

Itulah ketiga tips menjaga kesehatan anak yang bisa dilakukan pada factor rumah. Degan memulai mengajari anak kebiasaan sehat, mudah-mudahan anak anda mampu untuk menjalani gaya hidup sehat hingga besar kelak.

Kebiasaan Buruk Saat Mengelola Keuangan

Mengelola keuangan sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang harus dilakukan. Alasannya, tidak ada yang tahu apa kebutuhan mendadak diluar kebutuhan sehari-hari yang sewaktu-waktu akan menghampiri. Sehingga, diperlukan antisipasi secara finansial untuk menghdapi kemungkinan yang akan terjadi. Namun, masih banyak kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan seseorang dan malah mengganggu proses pengelolaan uang. Apa saja kebiasaan itu? Simak ulasannya di bawah ini dan segera berhenti jika Anda melakukan salah satunya.

Kebiasaan Impulsif Menggunakan Uang

Pernahkan Anda merasa tergoda untuk membeli tas dan sepatu unik yang berharga mahal? Namun, setelah renungi kedua hal tersebut tidak begitu penting dan hanya keinginan saat itu semata. Jika pernah, sebaiknya Anda harus berhati-hati karena jika kebiasaa ini terus terjadi maka proses mengelola keuangan Anda akan terganggu akibat banyaknya uang yang terkuras dari tabungan Anda. Pastikan Anda cukup kuat untuk menahan diri dan tidak menjadi pembeli yang impulsif.

Terlalu Banyak Menggunakan Kartu Kredit

Kartu kredit mungkin dapat membantu kita di saat-saat tertentu. Namun, jika menggunakannya secara berlebihan malah dapat menjadi bumerang bagi Anda. Hutang yang terakumulasi akan memberatkan Anda nantinya untuk membayar. Oleh karena itu, pastikan Anda mengontrol diri untuk tidak menggunakan kartu kredit secara berlebihan. Jika Anda dapat mengontrol diri, maka akan sangat mudah pula nantinya untuk mengelola keuangan.

Tidak Memikirkan Rencana Jangka Panjang

Salah satu kesalahan dalam mengelola keuangan adalah tidak memikirkan rencana jangka panjang. Secara tidak sadar, hal ini terjadi dan menjadi salah satu blunder terbesar dalam masalah keuangan. Padahal, menentukan rencana keuangan secara jangka panjang dapat membantu Anda untuk mengatur pengeluaran jangka pendek sehingga nantinya tidak berlebihan. Cara ini juga akan membantu Anda untuk mewujudkan mimpi-mimpi lainnya di masa depan.

Itulah beberapa kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan yang perlu Anda hindari. Jika Anda pernah melakukannya, pastikan agar tidak mengulanginya lagi demi kesehatan finansial Anda di masa mendatang. Rencanakanlah keuangan Anda dan gunakan dengan bijak! Temukan inspirasi lainnya!

 

 

Gajian Sebentar Lagi! Ini Dia Tips Keuangannya

Saat-saat gajian merupakan waktu yang cenderung ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Bagaimana tidak? Waktu inilah menjadi saat dimana seluruh kerja keras kita akan terbayar. Namun, sebagian orang masih belum bisa menahan diri untuk tidak berfoya-foya sebelum gajian tiba. Alhasil, dompet menjadi rata sebelum waktunya. Untuk menghindari hal tersebut, mari simak tips keuangan di bawah ini.

Rencanakan Keuangan Anda

Pertama-tama hal yang harus Anda lakukan untuk menyambut masa gajian adalah melakukan perencanaan keuangan. Tujuannya, agar Anda tidak kelepasan dan mengetahui skala prioritas apa saja yang harus dipenuhi. Idealnya, perencanaan keuangan ini dibuat satu bulan sebelumnya agar pengeluaran dapat diatur sejak dini dan lebih terstruktur. Untuk memulainya, Anda bisa menuliskan kebutuhan utama yang harus dipenuhi dan menentukan berapa jumlah uang yang harus Anda keluarkan. Tips keuangan ini akan membantu Anda untuk tetap berkecukupan hingga masa gajian nanti tiba.

Biasakan Untuk Berhemat

Salah satu kebiasaan buruk seseorang yang kerap terjadi selepas masa gajian adalah menghabiskan sejumlah besar uang di awal bulan. Hal ini tentu akan memberatkan Anda sebulan kedepan, karena dana yang seharusnya dapat mencukupi kebutuhan Anda selama sebulan penuh sudah terpakai duluan di awal bulan. Oleh karena itu, tips keuangan ini ditujukan untuk menghindari hal tersebut. Walaupun mungkin banyak sekali diskon dan sale, pastikan Anda tidak terburu-buru untuk mengeluarkan sejumlah uang yang besar di awal bulan.

Tahan Nafsu Untuk Berfoya-foya

Salah satu kelemahan saat menunggu masa gajian adalah godaan untuk berfoya-foya. Godaan ini bisa datang darimana saja, entah itu dari kolega yang mengajak bercengkrama atau godaan berbelanja di mall-mall ternama untuk memenuhi keinginan Anda. Keinginan ini mungkin masi dalam batas aman jika dilakukan sesekali. Namun, jika sampai keterusan akan menjadi kebiasaan yang negatif dan dapat merugikan Anda dari segi finansial. Sambil menunggu masa gajian, pastikan untuk menahan nafsu Anda dalam berfoya-foya. Ingatlah dengan mimpi-mimpi Anda dan gunakan uang dengan bijaksana.

Jadi, apakah sudah siap untuk menghadapi masa gajian?

Trik Jitu Mengatur Keuangan Untuk Pelajar

Menjadi pelajar terkadang membuat diri menjadi cukup sulit saat harus mengatur keuangan, terutama bagi para mahasiswa. Belum adanya pemasukan sendiri membuat diri kita harus meminta pada orang tua akan hal yang diinginkan. Jika terus dilakukan, hal ini tentu akan menjadi kebiasaan yang negatif. Oleh karena itu, lakukan trik jitu mengatur keuangan berikut ini saat membutuhkannya.

Catat Alur Keuangan

Jika sudah terbiasa membiarkan keuangan keluar masuk begitu saja, lebih baik tinggalkan kebiasaan itu. Catat alur keuangan agar lebih tahu lebih rinci mengenai jumlah pengeluaran dan pemasukan. Cara ini juga akan mempermudah saat ingin menabung dan merealisasikan sesuatu. Buatlah pencatatan ini pada buku khusus sehingga tidak tercampur dengan yang lain. Dengan begitu, mengatur keuangan akan lebih mudah untuk dilakukan.

Tentukan Skala Prioritas

Setelah mencatat alur keuangan, sekaranglah saatnya untuk menentukan prioritas. Dalam hal ini, skala kebutuhan dan keinginan harus benar-benar diketahui. Tujuannya adalah untuk mengontrol diri agar tidak langsung tergiur saat harus mengeluarkan uang begitu saja. Cara ini juga akan membantu untuk berkomitmen dalam mengatur keuangan lebih jauh lagi.

 

Temukan Pemasukan Tambahan

Menemukan pemasukan tambahan saat ini cukup mudah untuk dilakukan. Salah satunya adalah dengan bekerja part time atau memberikan privat mata pelajaran kepada anak-anak. Jika cara tersebut tergolong konvensional dan menyita waktu, pilihan lainnya yang jauh lebih modern dan simpel pun ada. Misalnya, memanfaatkan internet untuk berjualan atau menjadi re-seller produk yang memiliki keuntungan lumayan agar Anda lebih mudah lagi dalam mengatur keuangan.

Jangan Berfoya-foya

Salah satu kegagalan dalam mengatur keuangan yang sering dialami banyak orang adalah akibat dari berfoya-foya. Bagaimana tidak? Sejumlah uang dalam jumlah yang banyak keluar begitu saja dengan impulsifnya. Pastikan untuk menahan diri agar hal tersebut tidak terjadi. Gunakan skala prioritas yang sebelumnya sudah ditentukan agar tidak melakukan kesalahan terbesar ini. Dengan begitu, kondisi keuangan akan tetap terjaga dengan baik dan kebutuhan pun dapat tercukupi tanpa harus merasakan masa paceklik yang menyedihkan.