Dampak Globalisasi Terhadap Perdagangan Dalam Negeri

Perkembangan teknologi dan informasi selama satu dekade ini membuat globalisasi semakin terasa terutama di sektor ekonomi. Berbagi kendala serta tantangan baru juga turut muncul seiring terciptanya berbagai inovasi dan kreativitas yang ada. Sebelum lebih jauh membahas dampak globalisasi terhadap perekonomian, ada baiknya kita mengerti dulu apa itu globalisasi. Globalisasi adalah suatu proses di mana individu, kelompok, dan negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batasan – batasan yang ada. Lebih gampangnya, globalisasi membuat mereka yang berbeda Negara, waktu, dan tempat, dapat terhubung satu sama lain secara lebih mudah. Berikut ini adalah dampak globalisasi terhadap perdagangan dalam negeri.

1. Terbukanya Pasar Untuk Produk Lokal di Pasar Global

Produk lokal yang dihasilkan setiap harinya membuat persaingan di Indonesia semakin ketat karena masih kurangnya inovasi dan karena kreativitas yang tidak jauh berbeda antar satu produk dengan produk lainnya. Hanya pelaku usaha yang menciptakan inovasi yang menarik dan memiliki kualitas untuk bersainglah yang dapat mendapat tempat di pasar yang ada. Jika standard lokal telah terpenuhi, maka tidak mustahil jika selanjutnya pasar global adalah tempat berikutnya untuk menjual produk kita. Dengan adanya globalisasi, berbagai kemudahan untuk memasarkan produk dapat diperoleh namun dengan catatan produk tersebut memang layak dalam bersaing.

2. Kemudahan Untuk Mendapatkan Produk Yang Belum Ada di Pasar Lokal

Ada beberapa produk yang hanya bisa di dapatkan di Negara – Negara tertentu karena keterbatasan pemasaran dari produk terkait seperti birokrasi, dan sebagainya. Dengan adanya globalisasi maka perdagangan dalam negeri akan turut melibatkan konsumen dari luar yang memang tertarik sehingga produk kita dapat semakin di kenal.

3. Pasar Lokal Kebanjiran Produk Impor

Dampak yang satu ini bersifat negatif. Memang adalah impian dari setiap pelaku usaha agar produk atau jasanya dapat dikenal tidak hanya secara local namun juga secara global. Namun apa jadinya ketika pemasaran di Negara sendiri ternyata sulit karena lebih banyak produk impor yang masuk dan lebih dikenal? Ini tentunya menjadi kendala dan pr bagi pemerintah untuk membatasi jumlah produk luar yang masuk agar tidak mengganggu perdagangan dalam negeri.

Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Beberapa tahun belakangan ini kondisi perekonomian dalam negeri belum menunjukan perkembangan yang signifikan. Justru yang terjadi adalah kenaikan harga komoditas di pasaran seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan sebagainya yang berdampak pada terciptanya kurva negatif dalam pertumbuhan ekonomi saat ini. Beberapa strategi telah disusun oleh pemerintah melalui beberapa sektor yang ada demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi di setiap tahunnya agar semakin baik. Berikut ini adalah beberapa sektor yang dipercaya dapat membantu pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

1. Pariwisata

Indonesia sebagai Negara kepulauan yang berada di jalur cincin api dunia, memiliki berbagai destinasi wisata yang luar biasa indah. Perpaduan bentang alam seperti gunung api dan pantai yang indah dapat ditemukan di berbagai sudut di Indonesia. Setiap tahunnya jutaan wisatawan dari berbagai Negara datang berkunjung untuk menikmati berbagai sajian wisata yang ada. Tempat – tempat terkenal seperti Bali, Lombok, dan Raja Ampat, sepertinya betul – betul menarik hati dan minat wisatawan untuk kembali berkunjung setiap tahunnya. Ini tentu menjadi sumber devisa bagi Negara yang jika dimaksimalkan dapat menjadi titik pertumbuhan ekonomi Indonesia.

2. Industri

Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia sebagai Negara berkembang memiliki banyak industri seperti otomotif, tekstil, makanan, dan lainnya. Banyak investor baik dari dalam maupun luar negeri berbondong – bonding menanamkan modalnya karena melihat potensi pertumbuhan yang begitu besar nantinya. Sayangnya saat ini proses birokrasi yang berbelit – belit menjadi penghambat dalam pertumbuhan sektor industry sehingga banyak investor yang menjadi tidak tertarik dan lari ke sektor lain. Harus ada komitmen nyata dari pemerintah untuk memperbaiki system yang ada sehingga para investor dan pelaku usaha dapat memaksimalkan kegiatan mereka sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi demi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

3. UKM

Meskipun masih terbilang kecil, namun sudah ada ribuan UKM yang ada tersebar di seluruh penjuru dalam negeri. Berbagai jenis UKM dan produk yang dihasilkan berkat kreativitas dan kerja keras dari pelaku usahanya, membuat berbagai produk UKM telah berhasil menembus pasar internasional.

Itulah beberapa sektor yang dapat dijadikan pendongkrak ekonomi Indonesia. Dibutuhkan komitmen nyata dari pemerintah dan kita sebagai masyarakat agar kelak kondisi ekomoni kita dapat menjadi lebih baik.