Home - Wirausaha Sosial - Musisi Indonesia yang Menjadi Aktifis Sekaligus Pekerja Sosial

Musisi Indonesia yang Menjadi Aktifis Sekaligus Pekerja Sosial

Posted on January 4, 2017 in Wirausaha Sosial

Indonesia memiliki berbagai macam suku, agama, ras, dan antar golongan. Hal inilah yang menjadikan lambang Pancasila memiliki kalimat Bhineka Tunggal Ika, yang artinya ialah walaupun berbeda-beda namun tetap satu Indonesia. Hal inilah yang menjadi landasan grup musik asal Bali dalam menciptakan beberapa lagu mereka. Grup musik punk-rock yang bernama Superman Is Dead yang artinya “tidak ada manusia yang sempurna” menciptakan beberapa lagu mereka untuk membuka mata masyarakat bahwa Indonesia ini beragam. Dengan menciptakan lagu “Kuat Kita Bersinar”, grup ini bisa dikategorikan ke dalam pekerja sosial. Hal ini disebabkan karena selain bekerja sebagai musisi, mereka juga peduli dengan kegiaan sosial. Berikut beberapa lirik lagu dalam “Kuat Kita Bersinar” yang ditelaah berdasarkan opini pribadi penuli yang menjadikan mereka sebagai musisi sekaligus pekerja sosial.

1. “Pertempuran Manusia yang Buta Indahnya Perbedaan”

Dalam potongan lirik pada verse satu itu dapat diartikan bahwa kondisi masyarakat Indonesia yang sudah tidak menghargai perbedaan. Begitu banyak berita, kasus-kasus, dan demonstrasi yang berlandasan politik dengan mengatasnamakan golongan tertentu. Seakan lirik tersebut menggambarkan keprihatinan masyarakat Indonesia yang sudah mulai tidak menghargai indahnya perbedaan. Melihat asal dari grup musik ini, yaitu Bali, sangat memiliki beragam kebudayaan, tidak hanya Indonesia, melainkan juga mancanegara. Hal ini yang membuat SID sangat menghargai perbedaan antar manusia.

2. Reff yang Berisikan Ajakan

Dalam reff lagu ini memiliki kalimat pertama “Ayo bangun dunia di dalam perbedaan, jika satu tetap kuat kita bersinar”. Sebagai pekerja sosial, grup ini ingin mengajak pendengar dan masyarakat Indonesia untuk menghargai perbedaan dan bersama-sama memajukan Indonesia di dalam keberagaman. Kalimat tersebut dilanjutkan dengan “Harus percaya, tak ada yang sempurna, dan dunia kembali tertawa”. Dalam lanjutan kalimat tersebut, SID ingin menunjukan cara sekaligus apa yang akan didapatkan ketika masyarakat sudah menghargai perbedaan, yaitu dengan percaya bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Artinya, setiap manusia tidak ada yang benar sepenuhnya, maka perbedaan adalah hal yang wajar dan harus dimaklumi. Dengan kepercayaan tersebut, maka Indonesia bisa menjadi negara yang harmonis dan meminimalisir konflik yang ada.

3. Kalimat Penutup yang Indah

Untuk menutup lagunya, pekerja sosial ini menyusun kalimat “Jabat erat tanganku kawan, kau tak akan pernah sendiri. Hancurkan dendam dengan cinta di dada untuk semua manusia”. Dalam kalimat penutup tersebut, lagi-lagi berisikan ajakan untuk menghargai perbedaan dengan saling membantu dan tolong menolong, mementingkan kepenyingan umum dibandingkan kepentingan antar golongan, karena mereka tidak sendiri. Dengan menghapus kebencian terhadap golongan lain yang ada di Indonesia, pekerja sosial SID mengajak masyarakat untuk menghargai dan mencintai perbedaan masyarakan Indonesia yang heterogen.

Itulah sebagian kecil pekerjaan sosial yang dilakukan oleh grup musik ini. Grup musik yang terlahir di tanah yang penuh dengan keberagaman budaya dan juga kebudayaan lokal yang sangat kental, membuat mereka menjadi pekerja sosial yang memahami perbedaan manusia. Mereka banyak menyalurkan pesan pesan indah didalam lagu lainnya seperti “Sunset di Tanah Anarki”, “Jika Kami Bersama”, dan “Jadilah Legenda”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *