Trik Jitu Mengatur Keuangan Untuk Pelajar

Menjadi pelajar terkadang membuat diri menjadi cukup sulit saat harus mengatur keuangan, terutama bagi para mahasiswa. Belum adanya pemasukan sendiri membuat diri kita harus meminta pada orang tua akan hal yang diinginkan. Jika terus dilakukan, hal ini tentu akan menjadi kebiasaan yang negatif. Oleh karena itu, lakukan trik jitu mengatur keuangan berikut ini saat membutuhkannya.

Catat Alur Keuangan

Jika sudah terbiasa membiarkan keuangan keluar masuk begitu saja, lebih baik tinggalkan kebiasaan itu. Catat alur keuangan agar lebih tahu lebih rinci mengenai jumlah pengeluaran dan pemasukan. Cara ini juga akan mempermudah saat ingin menabung dan merealisasikan sesuatu. Buatlah pencatatan ini pada buku khusus sehingga tidak tercampur dengan yang lain. Dengan begitu, mengatur keuangan akan lebih mudah untuk dilakukan.

Tentukan Skala Prioritas

Setelah mencatat alur keuangan, sekaranglah saatnya untuk menentukan prioritas. Dalam hal ini, skala kebutuhan dan keinginan harus benar-benar diketahui. Tujuannya adalah untuk mengontrol diri agar tidak langsung tergiur saat harus mengeluarkan uang begitu saja. Cara ini juga akan membantu untuk berkomitmen dalam mengatur keuangan lebih jauh lagi.

 

Temukan Pemasukan Tambahan

Menemukan pemasukan tambahan saat ini cukup mudah untuk dilakukan. Salah satunya adalah dengan bekerja part time atau memberikan privat mata pelajaran kepada anak-anak. Jika cara tersebut tergolong konvensional dan menyita waktu, pilihan lainnya yang jauh lebih modern dan simpel pun ada. Misalnya, memanfaatkan internet untuk berjualan atau menjadi re-seller produk yang memiliki keuntungan lumayan agar Anda lebih mudah lagi dalam mengatur keuangan.

Jangan Berfoya-foya

Salah satu kegagalan dalam mengatur keuangan yang sering dialami banyak orang adalah akibat dari berfoya-foya. Bagaimana tidak? Sejumlah uang dalam jumlah yang banyak keluar begitu saja dengan impulsifnya. Pastikan untuk menahan diri agar hal tersebut tidak terjadi. Gunakan skala prioritas yang sebelumnya sudah ditentukan agar tidak melakukan kesalahan terbesar ini. Dengan begitu, kondisi keuangan akan tetap terjaga dengan baik dan kebutuhan pun dapat tercukupi tanpa harus merasakan masa paceklik yang menyedihkan.